Ucapkan satu maka aku akan terjatuh
Ucapkan dua maka aku akan mencari
Ucapkan tiga maka aku akan pergi
Berkibar saat kau lemparkan senyuman
Berhembus badai pesonamu
Merobohkan kokohnya pagar-pagar hati
Berjalan menelusuri rasa demi rasa
Berdiri, membungkuk lalu bersujud
Tersebut nama dalam doa,
Doa yang memaksa
Waktu menguji kekuatan palsu yang rapuh
Aku berdiri di tepi
Menunggu angin menghempaskan aku
Hembus aku kedalam maka aku akan terjatuh dan tenggelam
dalam rasa mematikan
Hembus aku ke tepi maka aku akan terselamatkan
Dekatkan batu itu untuk aku berpegang kokoh
Batu keras yang rendah namun berat
Biar rendahnya membuat aku membungkuk untuk meraihnya
Membungkuk untuk terpaksa melihat kebawah
Melihat bayangan diri di air
Air yang tenang akan aku hancurkan agar kamu bergelombang
Bergelombang agar seirama
Seirama dengan hatiku yang tidak menentu
Ke bawah untuk melihat masa lalu
Waktu yang terbuang
Apakah sia-sia saat kau pernah dapat semangat karena nya
Membungkuk aku membasahi kedua tangan ini di bumi
Menambahkan genangan air itu dengan air yang menetes dari
pipi
Melihat refleksi diri sembari terus mengisi
Mengisi genangan air itu agar penuh
Penuh dengan cerita kesedihan yang tiada berarti
Bangun bangunlah
Suara diri terus menjerit berteriak agar tersadarkan
Kemana mimpi
Jauh kau berkelana tapi tak dapat jua
Haruskah kubunuh harapannya
Kemana mimpi
Yang pernah membawa menuju indahnya dunia
Kemana mimpi
Yang kupikir mengajari arti hidup ini
Akhirnya aku menjalani hidup sunyi
Pergi berpaling dari mimpi yang pernah membawaku kesini
Ke tempat penuh kenangan ini
Aku akan pergi
Ucapkan selamat tinggal pada teriknya mentari
Panasnya mengajari arti teduh










