Sabtu, 29 November 2014

Red Shoes



Dengan sepatu merahnya dia berlari mengejar kucing yang lucu. Dengan kaki-kaki kecilnya dia berlari  sambil tertawa tak tentu arah. Hari ini dia sangat senang, dia mendapatkan teman baru untuk melangkah, menapaki jalan kehidupan yang baru ia kenal, ya sepatunya barunya. Sepatu kecil berwarna merah pekat yang sangat menarik hati siapapun yang melihatnya. Sepatu itu dulu milik kedua kakaknya, ya sepatu itu sudah cukup tua. Sang kakak pertama sebagai pemilik pertama sepatu itu, kini sudah bekerja. Sepatu merah itu adalah sepatu yang sangat beruntung, tak seperti sepatu lainya, dia hanya akan bisa menceritakan kisah-kisah membahagiakan. Sepatu itu hanya mendengar tawa bahagia dari sang pemilik, tawa masa kecil yang tanpa beban, tanpa dosa dan sangat indah untuk diingat. Saat sepatu itu tersandung dan jatuh, akan ada seseorang yang akan langsung berlari dengan penuh kekhawatiran dan akan segera menggendongnya menjauh dari pijakan bumi yang keras, mengangkatnya menuju pelukan nyaman, melindunginya dari kerasnya bumi yang menjatuhkannya, menenangkan dengan senyuman, dan tak akan menyerah sampai air mata itu berubah menjadi tawa.  Sepatu merah kecil itu tak pernah terbebani dengan kebidupan yang kejam ini, dia sealu melangkah tanapa beban, menikmati perjalanan dan tak perlu memikirkan kemana arah yang ia tuju. Berlari, lompat kesana-kemari, jungkir balik tanpa harus memikirkan resiko. Yaa seperti itulah kehidupan sepatu merah itu, sepatu yang paling bahagia di seluruh dunia.

0 komentar:

Posting Komentar